Tips mendisiplinkan anak-anak

Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak kita disiplin dan menjadi anak yang baik. Proses mendisiplinkan anak bukan perkara mudah. Apalagi kalau anak sudah besar, biasanya susah kalau diberi tahu. Jjika sudah merasakan akibat dari ketidakdisiplinannya tersebut, barulah anak mau mengerti dan memahami. Sikap disiplin harus ditanamkan sejak dini. Sebagai orang tua, tentu saja kita juga harus mencontohkan sikap-sikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari. Dan melakukan positive parenting bukan berarti kita mendiamkan sesuatu yang salah yang dilakukan anak kita.

Anak-anak perlu belajar dan mengerti atas perilaku yang bisa diterima, sehingga pendisiplinan perlu untuk diterapkan. Jika ada perilaku yang tidak baik dilakukan, maka pendisiplinan harus segera ditegakkan. Ada 2 (dua) cara pendisplinan yang bisa diterapkan. Pertama dengan teknik time out dan yang kedua dengan grounded. Kedua cara ini akan bisa efektif jika dilakukan dengan tepat.

Timeout ini bisa diberikan dengan cara mendiamkan anak atau dengan kata lain orang tua tidak memberi reaksi apak-apa kepada anak. Tindakan ini merupakan respon orang tua atas perilaku anak yang tidak baik/tidak diinginkan. Pada saat ini, orang tua bisa keluar ruangan dan anak-anak berada di dalam ruangannya serta bisa juga dijauhkan dari aktivitasnya.

Sedangkan untuk tipe grounded, anak diwajibkan untuk dapat menyelesaikan suatu tugas untuk bisa mendapat kesenangannya kembali. Contohnya demikian, bila anak suka nonton Dora dan ia tidak mau mandi, maka kita dapat melakukan grounded. Jadi anak tidak boleh nonton Dora sebelum ia mandi. Setelah dia mandi, barulah anak diperbolehkan menonton film itu kembali.

Satu hal yang penting dan perlu diingat adalah bahwa pendisiplinan ini perlu dilakukan secara konsisten (istiqamah) dan harus selalu didasari pada tingkah laku anak kita. Teknik pendisiplinan yang sama juga perlu dilakukan jika anak mengulangi lagi tindakannya. Tetapi jika anak baru melakukan perilaku tidak baiknya pertama kali dan belum pernah dikasih tahu sebelumnya bahwa perilaku itu buruk, maka sebaiknya tidak langsung memberikan sanksi pada si anak.

Semoga bermanfaat, disarikan dari berbagai sumber.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: